Sunday, June 28, 2015

Terkadang Kita Berperilaku Sangat Aneh

Kemarin malam, saya berjalan-jalan di salah satu taman. Saat itu saya sedang menikmati kesendirian. Setelah hampir sekitar setengah jam saya berjalan, tiba-tiba ada seorang wanita di taman yang berteriak, “Hei macho… sini dong…” Dia kemudian melambaikan tangan ke arah saya. Saya cenderung untuk mengabaikannya karena saya pikir saya tidak kenal dengan orang itu, atau mungkin dia memanggil orang lain yang ada di dekat saya. Tetapi rasa ingin tahu saya meledak keluar. Saya berhenti.
          Wanita itu rambutnya lebat dan panjang, ada beberapa tindikan di telinga dan hidung, tato pada kedua lengan, dan memakai T-Shirt funky. Dia memetik sebuah gitar akustik dan ada rokok swa-linting terbakar pada asbak kecil disampingnya. Saya tetap tidak mengenalinya.
Dia berhenti memetik gitar dan mulai tertawa begitu dia melihat saya menatap rokok swa-linting itu. “Jangan khawatir,” katanya. “Itu legal. Saya punya resep dokternya untuk beli itu. ”
“Oiya… saya pikir itu bukan urusan saya,” saya cepat-cepat menjawab.
“Intinya,” lanjutnya. “Mungkin Anda sudah terlambat kalau jalan-jalan hampir larut malam seperti ini. Saya pernah beberapa kali melihat Anda jalan-jalan sendirian tengah malam di sini. ”
“Jadi, maksud Anda memanggil saya untuk apa?” tanya saya.
“Yah puluhan orang berjalan di taman ini setiap hari, tetapi Anda tampaknya cukup menarik perhatian saya. Jadi, ngapain Anda di sini? ”
Saya bercerita tentang kesukaan saya pada alam dan suasana malam yang sangat nikmat untuk dirasakan dan bisa menenangkan pikiran saya. “… Seperti deep meditation,” kata saya.
Dia tersenyum, memetik sekali pada gitar, dan mengambil rokoknya. “Kalau begitu, saya juga melakukan hal yang sama seperti Anda sekarang,” jawabnya. “Hanya saja saya melakukannya dengan cara yang terbaik bagi saya. Bisakah Anda memahami itu? ”
Saya menatapnya sejenak dan kemudian tertawa, karena saya tahu dia benar. “Ya, saya bisa memahami itu,” kata saya. Dia mengedipkan mata dan mulai memetik gitar lagi. Saya mengedipkan mata juga dan mulai berjalan kembali.
Sebagian dari kita berjalan-jalan di tengah malam. Beberapa diantara kita memetik gitar akustik dan menghisap ganja. Dan yang lainnya ada yang pergi ke gereja. Atau minum seteguk anggur mahal. Atau berselancar di gelombang laut yang berbahaya. Atau melompat keluar dari pesawat dengan menggunakan parasut. Ketika kita mencoba untuk memahami orang lain secara pribadi dan mengaitkannya dengan hal-hal yang mereka lakukan, kita biasanya menganggap apa yang mereka lakukan aneh dan tidak masuk akal. Karena lebih mudah untuk melihat kejanggalan diantara hal-hal yang normal dibandingkan dengan menganalisa apa alasan mendasar yang ada dibalik kegilaan seseorang.
Tetapi jika kita melihat sedikit lebih dalam, mencoba memahami orang lain secara bijaksana dengan benar-benar mendengarkan mengapa mereka melakukan hal-hal yang mereka lakukan, mereka sepertinya bukan manusia yang aneh. Sebenarnya, mereka mulai tampak seperti manusia normal lainnya.

No comments:

Post a Comment