Kemarin
malam, saya berjalan-jalan di salah satu taman. Saat itu saya sedang menikmati
kesendirian. Setelah hampir sekitar setengah jam saya berjalan, tiba-tiba ada
seorang wanita di taman yang berteriak, “Hei macho… sini dong…” Dia kemudian
melambaikan tangan ke arah saya. Saya cenderung untuk mengabaikannya karena
saya pikir saya tidak kenal dengan orang itu, atau mungkin dia memanggil orang
lain yang ada di dekat saya. Tetapi rasa ingin tahu saya meledak keluar. Saya
berhenti.
Dia berhenti memetik gitar dan mulai tertawa begitu
dia melihat saya menatap rokok swa-linting itu. “Jangan khawatir,” katanya.
“Itu legal. Saya punya resep dokternya untuk beli itu. ”
“Oiya… saya pikir itu bukan urusan saya,” saya
cepat-cepat menjawab.
“Intinya,” lanjutnya. “Mungkin Anda sudah terlambat
kalau jalan-jalan hampir larut malam seperti ini. Saya pernah beberapa kali
melihat Anda jalan-jalan sendirian tengah malam di sini. ”
“Jadi, maksud Anda memanggil saya untuk apa?” tanya
saya.
“Yah puluhan orang berjalan di taman ini setiap hari,
tetapi Anda tampaknya cukup menarik perhatian saya. Jadi, ngapain Anda di sini?
”
Saya bercerita tentang kesukaan saya pada alam dan
suasana malam yang sangat nikmat untuk dirasakan dan bisa menenangkan pikiran
saya. “… Seperti deep meditation,” kata saya.
Dia tersenyum, memetik sekali pada
gitar, dan mengambil rokoknya. “Kalau begitu, saya juga melakukan hal yang sama
seperti Anda sekarang,” jawabnya. “Hanya saja saya melakukannya dengan cara
yang terbaik bagi saya. Bisakah Anda memahami itu? ”
Saya menatapnya sejenak dan kemudian
tertawa, karena saya tahu dia benar. “Ya, saya bisa memahami itu,” kata saya.
Dia mengedipkan mata dan mulai memetik gitar lagi. Saya mengedipkan mata juga
dan mulai berjalan kembali.
Sebagian dari kita berjalan-jalan di
tengah malam. Beberapa diantara kita memetik gitar akustik dan menghisap ganja.
Dan yang lainnya ada yang pergi ke gereja. Atau minum seteguk anggur mahal.
Atau berselancar di gelombang laut yang berbahaya. Atau melompat keluar dari
pesawat dengan menggunakan parasut. Ketika kita mencoba untuk memahami orang
lain secara pribadi dan mengaitkannya dengan hal-hal yang mereka lakukan, kita
biasanya menganggap apa yang mereka lakukan aneh dan tidak masuk akal. Karena
lebih mudah untuk melihat kejanggalan diantara hal-hal yang normal dibandingkan
dengan menganalisa apa alasan mendasar yang ada dibalik kegilaan seseorang.
Tetapi jika kita melihat sedikit
lebih dalam, mencoba memahami orang lain secara bijaksana dengan benar-benar
mendengarkan mengapa mereka melakukan hal-hal yang mereka lakukan, mereka
sepertinya bukan manusia yang aneh. Sebenarnya, mereka mulai tampak seperti
manusia normal lainnya.
No comments:
Post a Comment