Sunday, August 9, 2015

Belajarlah Hidup Bersama Masalah



Beberapa hari yang lalu ada teman yang bercerita bahwa dia punya masalah yang tidak perlu diceritakan di sini, sebut saja masalahnya adalah A. Dia mengeluh bahwa selama ini hidupnya baik-baik saja tetapi kenapa bisa mendapatkan masalah A itu. Dia protes kepada orang-orang dekatnya (keluarga dan orang tua) dan kemudian dia mencoba menghalalkan segala cara maupun upaya yang tak terduga agar segala masalah itu bisa diatasi. 
Saya kemudian memberikan saran kepadanya:
  1. Anda mengambil referensi yang keliru. Yang anda lihat adalah bagian-bagian yang terbaik dari orang lain. Padahal kalau anda tahu apa bagian-bagian buruk dari mereka dan apa saja masalah mereka, mungkin anda akan bersyukur 1000 kali tidak mendapatkan musibah seperti mereka. Coba amati juga orang-orang yang berada pada level ekonomi atau intelejensia di bawah level anda. Nanti anda akan tahu berbagai macam masalah dalam kehidupan ini dan tidak hanya sebatas masalah-masalah anda sendiri. 
  2. Coba tingkatkan level of acceptance (sikap nrimo) anda. Jika anda setiap hari tidur di kasur springbed dengan sprei yang harum tetapi masih tidak dapat tidur nyenyak, cobalah sekali-kali tidur di kandang kambing cukup beberapa jam saja dan setelah itu coba kembali tidur di springbed. Anda akan jauh lebih mampu merasakan nikmatnya tidur di kasur springbed. Usahakan agar setiap saat tidak terbuai oleh comfort zone sehingga anda lebih mampu beradaptasi dengan berbagai masalah dan itu akan meningkatkan level of acceptance anda.
  3. Anda kelihatannya terobsesi untuk menjadi yang terbaik di dunia ini. Menjadi pemenang itu bagus sekali untuk sebuah cita-cita, tetapi jangan menghalalkan segala cara untuk menjadi pemenang. Cobalah menyadari kelemahan-kelemahan dan kekuatan anda ada di bagian yang mana, dan kembangkan hal-hal yang terbaik dari diri anda. Untuk bisa menjadi sukses dan bahagia, anda tidak harus menjadi manusia sempurna, tetapi anda cukup menikmati kesuksesan dan kebahagiaaan anda itu. Jangan pernah bandingkan dengan kesuksesan dan kebahagiaan orang lain karena yang anda lihat itu hanyalah sisi luarnya saja. Jangan silau dengan penampilan orang lain. Jadilah diri sendiri. Peganglah motto "I am who I am".

No comments:

Post a Comment