Q: Apakah tujuan manusia bersyukur kepada Tuhan?
——————-
A: Untuk berterima kasih kepada Tuhan bahwa kita telah
diberikan kehidupan ini.
R: Jawaban yang lumayan, walaupun tidak bisa menjawab apakah sebelum dilahirkan kita sudah tahu bahwa akan dilahirkan.
R: Jawaban yang lumayan, walaupun tidak bisa menjawab apakah sebelum dilahirkan kita sudah tahu bahwa akan dilahirkan.
R: Jawaban ngasal. Apakah bersyukur
hanya satu- satunya cara untuk mengingat Tuhan?
A: Untuk memenuhi dan menjalankan perintah Tuhan bahwa
manusia diwajibkan bersyukur kepada Tuhannya.
R: Jawaban yang bagus, seperti yang
tertulis dalam kitab agama samawi. Ini menunjukkan keimanan yang tinggi. Tidak
perlu mempersoalkan apakah bersyukur itu cukup dengan berdoa dan memuji Tuhan
sebanyak-banyaknya, atau perlu dilakukan dengan tindakan nyata sebagai
pembuktian rasa syukur tadi. Tidak perlu juga membahas apakah Tuhan itu memang
butuh puji syukur dari ciptaannya. Yang penting menjalankan apa perintahNya dan
menjauhi apa laranganNya.
A: Untuk berterima kasih kepada Tuhan karena kita
telah diberikan kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup ini.
R: Lumayan. Lalu bagaimana dengan
manusia yang tidak mendapatkan kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup
ini? Apakah tidak ada hal lain yang bisa disyukuri?
A: Untuk berterima kasih kepada Tuhan karena kita
telah diberikan kelebihan dibandingkan manusia yang lain.
R: Hampir mirip dengan jawaban di
atas. Kita melupakan faktor evolusi genetika yang mempengaruhi fisik dan mental
kita. Kalau Bapak dan Ibunya berkulit hitam, 99% anaknya akan berkulit hitam.
Demikian juga dengan IQ, kecerdasan spiritual, kecantikan, ketampanan, tinggi
badan, struktur tulang, imunitas, penyakit turunan dan lain-lain. Semua kreasi
Tuhan mengikuti hukum alam yang sudah ditentukan oleh Tuhan sendiri. Hampir
sebagian besar kejadian bisa dijelaskan secara alamiah dan ilmiah kecuali
kejadian supranatural yang masih belum terjangkau oleh sains.
A: Berterima kasih kepada Tuhan karena telah diberi
kenikmatan hidup, dan agar Tuhan membuat semua kenikmatan tersebut menjadi
langgeng dan selalu ditambah terus oleh Tuhan.
R: Jadi maksudnya apakah kita perlu
mengirim puji syukur agar Tuhan mau menurunkan rahmatNya? Semacam menyogok
Tuhan begitu? Bukankah ini adalah egoisme spiritual yang sering kita jumpai
dimana-mana. Kita sering berdoa hanya untuk diri kita sendiri (bisa juga
ditambah dengan keluarga dan saudara), tetapi doa kita jarang menyentuh
orang-orang lain yang mengalami banyak kesulitan dalam hidup ini. Kita
berlomba-lomba mencari pahala. Masa bodo orang lain masuk neraka, yang penting
kita bisa menjalankan semua ritual agama dengan dan harapan akhirnya adalah
masuk sorga.
A: Lalu, jawaban yang benar seperti apa?
R: Benar atau tidak, semua
tergantung pada sudut pandang kita. Jawaban yang mungkin agak tepat adalah kita
bersyukur kepada Tuhan dalam bentuk berbagi kepada sesama. Jika kita merasa
memiliki kelebihan dalam hal apapun, maka kita wajib untuk berbagi kelebihan
tersebut kepada orang lain yang kekurangan. Jika kita tidak memiliki kelebihan
apapun, minimal kita bersyukur bahwa kita masih mampu berdoa untuk mendapatkan
sedikit kelebihan seperti yang dimiliki orang lain, dalam rangka mempertahankan
hidup dan agar bisa berbagi kembali kepada orang lain.
Gimana ? Dapat nilai berapa nih ? :)
–===O===—
Dikemas oleh Ekayasa (http://sandykalla-ekayasa.blogspot.com/)
dalam suasana stress dan pegel-pegel karena beban kerja yang menumpuk, tanpa
hari libur dan pulang pagi terus, sambil terus memikirkan apakah beban kerja
semacam itu patut untuk disyukuri atau tidak.
No comments:
Post a Comment