Saturday, August 15, 2015

Tujuan dari Bersyukur



Q: Apakah tujuan manusia bersyukur kepada Tuhan?
——————-
A: Untuk berterima kasih kepada Tuhan bahwa kita telah diberikan kehidupan ini.
R: Jawaban yang lumayan, walaupun tidak bisa menjawab apakah sebelum dilahirkan kita sudah tahu bahwa akan dilahirkan.
A: Agar dapat selalu mengingat Tuhan.
R: Jawaban ngasal. Apakah bersyukur hanya satu- satunya cara untuk mengingat Tuhan?
A: Untuk memenuhi dan menjalankan perintah Tuhan bahwa manusia diwajibkan bersyukur kepada Tuhannya.
R: Jawaban yang bagus, seperti yang tertulis dalam kitab agama samawi. Ini menunjukkan keimanan yang tinggi. Tidak perlu mempersoalkan apakah bersyukur itu cukup dengan berdoa dan memuji Tuhan sebanyak-banyaknya, atau perlu dilakukan dengan tindakan nyata sebagai pembuktian rasa syukur tadi. Tidak perlu juga membahas apakah Tuhan itu memang butuh puji syukur dari ciptaannya. Yang penting menjalankan apa perintahNya dan menjauhi apa laranganNya.
A: Untuk berterima kasih kepada Tuhan karena kita telah diberikan kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup ini.
R: Lumayan. Lalu bagaimana dengan manusia yang tidak mendapatkan kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup ini? Apakah tidak ada hal lain yang bisa disyukuri?
A: Untuk berterima kasih kepada Tuhan karena kita telah diberikan kelebihan dibandingkan manusia yang lain.
R: Hampir mirip dengan jawaban di atas. Kita melupakan faktor evolusi genetika yang mempengaruhi fisik dan mental kita. Kalau Bapak dan Ibunya berkulit hitam, 99% anaknya akan berkulit hitam. Demikian juga dengan IQ, kecerdasan spiritual, kecantikan, ketampanan, tinggi badan, struktur tulang, imunitas, penyakit turunan dan lain-lain. Semua kreasi Tuhan mengikuti hukum alam yang sudah ditentukan oleh Tuhan sendiri. Hampir sebagian besar kejadian bisa dijelaskan secara alamiah dan ilmiah kecuali kejadian supranatural yang masih belum terjangkau oleh sains.
A: Berterima kasih kepada Tuhan karena telah diberi kenikmatan hidup, dan agar Tuhan membuat semua kenikmatan tersebut menjadi langgeng dan selalu ditambah terus oleh Tuhan.
R: Jadi maksudnya apakah kita perlu mengirim puji syukur agar Tuhan mau menurunkan rahmatNya? Semacam menyogok Tuhan begitu? Bukankah ini adalah egoisme spiritual yang sering kita jumpai dimana-mana. Kita sering berdoa hanya untuk diri kita sendiri (bisa juga ditambah dengan keluarga dan saudara), tetapi doa kita jarang menyentuh orang-orang lain yang mengalami banyak kesulitan dalam hidup ini. Kita berlomba-lomba mencari pahala. Masa bodo orang lain masuk neraka, yang penting kita bisa menjalankan semua ritual agama dengan dan harapan akhirnya adalah masuk sorga.
A: Lalu, jawaban yang benar seperti apa?
R: Benar atau tidak, semua tergantung pada sudut pandang kita. Jawaban yang mungkin agak tepat adalah kita bersyukur kepada Tuhan dalam bentuk berbagi kepada sesama. Jika kita merasa memiliki kelebihan dalam hal apapun, maka kita wajib untuk berbagi kelebihan tersebut kepada orang lain yang kekurangan. Jika kita tidak memiliki kelebihan apapun, minimal kita bersyukur bahwa kita masih mampu berdoa untuk mendapatkan sedikit kelebihan seperti yang dimiliki orang lain, dalam rangka mempertahankan hidup dan agar bisa berbagi kembali kepada orang lain.
Gimana ? Dapat nilai berapa nih ? :)
–===O===—
Dikemas oleh Ekayasa (http://sandykalla-ekayasa.blogspot.com/) dalam suasana stress dan pegel-pegel karena beban kerja yang menumpuk, tanpa hari libur dan pulang pagi terus, sambil terus memikirkan apakah beban kerja semacam itu patut untuk disyukuri atau tidak.

No comments:

Post a Comment