Thursday, October 2, 2014

Kesadaran yang Kosmis



Cosmic Consciousness
Richard Maurice Bucke and the Evolution of the Human Mind
Klaim dari Richard Maurice Bucke yang menyatakan bahwa manusia berevolusi dari kesadaran sederhana ke kesadaran kosmis, berangsur-angsur mulai dipahami, khususnya pada teori saat ini tentang tahun 2012.
Lahir pada tahun 1837, Richard Maurice Bucke berimigrasi dengan keluarganya ke London, Ontario, Kanada ketika ia berusia satu tahun. Pada usia 21, ia kemudian kuliah di McGill University Medical School, kemudian pindah ke spesialisasi dalam bidang psikiatri. Pada tahun 1877, diangkat menjadi kepala Provincial Asylum for the Insane in London, Ontario.
Pada usia 36, tiba-tiba Bucke mendapatkan pengalaman pencerahan yang mengubah pemahaman tentang dirinya sendiri, dunia dan kesadaran. Beberapa tahun kemudian, ia memahami makna sebenarnya dari pengalaman ini – bahwa itu bukan suatu bentuk kelainan mental, tetapi tanda muncul dan berkembangnya pikiran kosmis. Dalam bukunya, Cosmic Consciousness: A Study of the Evolution of the Human Mind (New Jersey, The University Book, Inc: 1982), ia menyajikan sebuah teori yang menjelaskan evolusi pikiran manusia dari yang sederhana sampai kesadaran diri dan akhirnya sampai ke kesadaran kosmis.
Kesadaran Sederhana dan Kesadaran Diri
Kesadaran sederhana didefinisikan sebagai suatu kesadaran akan dirinya yang berada dalam dunia tanpa menyadari bahwa itu adalah terpisah dari dunia. Menurut Bucke, kurangnya bahasa pada hewan adalah bukti bahwa mereka hanya mampu memiliki kesadaran sederhana. Meskipun mungkin saja hewan dapat memiliki sedikit kesadaran yang lebih tinggi, tetapi mereka belum menunjukkan bukti adanya metacognition – kemampuan untuk mengamati bukan hanya dunia di sekitar mereka, tetapi juga pada proses mental pada diri mereka sendiri. Kesadaran akan dirinya sendiri yang ada di dunia yang terpisah darinya, menempatkan pikiran manusia dalam konteks kesadaran diri. Metacognition dan bahasa adalah bukti yang membedakan pikiran manusia, yang memungkinkan manusia untuk mengembangkan kesadaran moral, cita rasa musik dan pencitraan kosmis. Dari kesadaran diri, manusia siap untuk melakukan lompatan evolusi berikutnya ke kesadaran kosmis.
Kesadaran kosmis
Perpindahan dari kesadaran diri ke kesadaran kosmis memiliki beberapa karakteristik:
  • Merasakah pengalaman yang subjektif terhadap adanya cahaya dan kegembiraan; beberapa orang menyebutnya “ekstasi”;
  • Merasakan rangsangan intelektual: manusia memiliki konsepsi yang jelas bahwa alam semesta adalah sebuah kenyataan hidup yang berdasarkan pada cinta dan keutuhan/kesatuan;
  • Memahami arti keabadian;
  • Hilangnya rasa takut akan kematian dan rasa dosa;
  • Rasa kebangkitan yang mendadak; banyak yang menggambarkan pengalamannya seperti melihat kilatan yang menyilaukan dan menerangi pemandangannya;
  • Perubahan kepribadian pada orang yang mengalami kesadaran kosmis; Bucke mengklaim bahwa ada perubahan yang nampak jelas pada penampilan orang tersebut;
  • Diri yang telah berubah itu memiliki kapasitas yang jauh lebih besar untuk belajar dan memulai tindakan.
Contoh dari orang-orang yang telah mengalami kesadaran kosmis ialah Gautama Buddha, Kristus, Plotinus, Dante, Francis Bacon, William Blake dan Walt Whitman.
Pembahasan Bucke tentang kesadaran kosmis sangat relevan pada saat ini dalam hubungannya dengan Tahun Kebangkitan Kosmis (Planetary Ascension Year) – 2012. Gagasan tentang kembalinya Jaman Keemasan (Golden Age), ketika kesadaran kosmis menjadi universal, telah banyak beredar pada tradisi spiritual peradaban kuno. Bangsa Maya, misalnya, telah mengembangkan peta yang rumit tentang evolusi manusia dari materi seluler ke transformasi kosmis. Mereka telah menghitung jadwal yang tepat bagi munculnya perubahan ini, diproyeksikan akan terjadi selama periode antara 11 Februari 2011 dan 28 Oktober 2011. Munculnya tingkat kesadaran ini akan menghasilkan kesatuan holistik dari alam semesta.

No comments:

Post a Comment