Semua pria yang tidak mempunyai masalah disfungsi ereksi, biasanya mengalami ereksi tiga sampai lima kali selama tidur. Apa alasannya? Ini merupakan fenomena yang dialami hampir setengah dari populasi dunia setiap hari. Ereksi pembengkakan Mr P atau nocturnal penile tumescence (NPT) secara spontan terjadi selama tidur atau saat bangun tidur.
Dilansir IFL Science, para
pria tidak benar-benar sendirian dalam hal ini, karena wanita juga dapat
mengalami ereksi klitoris saat tidur, demikian halnya dengan mamalia lain selain manusia. Sementara itu, teori yang berbeda telah diusulkan selama bertahun-tahun untuk menjelaskan NPT ini. Apa penyebabnya pun masih masih belum jelas. NPT, sama seperti ereksi klitoris, terkait dengan rapid eye movement (REM) saat tidur.
mengalami ereksi klitoris saat tidur, demikian halnya dengan mamalia lain selain manusia. Sementara itu, teori yang berbeda telah diusulkan selama bertahun-tahun untuk menjelaskan NPT ini. Apa penyebabnya pun masih masih belum jelas. NPT, sama seperti ereksi klitoris, terkait dengan rapid eye movement (REM) saat tidur.
Selama REM, sel-sel noradrenergik
(neuron yang melepaskan neurotransmitter noradrenalin -norepinefrin)
yang terletak di daerah pons (bagian dari batang otak), disebut coeruleus
locus, dimatikan. Diperkirakan bahwa sel-sel ini berhubungan dengan nada penghambatan
Mr P. Oleh karena itu, ketika aktivitas mereka berkurang selama tidur REM,
rangsangan ketergantungan-testosteron dapat muncul dalam bentuk ereksi.
NPT diperkirakan dipicu oleh
pelepasan oksida nitrat (NO). NO dilepaskan oleh sel-sel yang melapisi bagian
dalam pembuluh darah yang kemudian berdifusi ke otot polos, menyebabkan otot
polos untuk bersantai. Hal ini juga menyebabkan pembuluh darah membesar,
sehingga meningkatkan aliran darah ke Mr P dan menyebabkan ereksi.
Diperkirakan bahwa peningkatan
aktivitas bagian dari pons selama REM memicu rentetan kejadian yang pada
akhirnya menghasilkan NO yang dikeluarkan oleh serabut saraf. Hal ini juga
dapat diatur oleh androgen, sama seperti testosteron.
Fenomena ini dapat memberikan
kontribusi pada kesehatan. Ereksi menyebabkan jaringan ereksi (corpora
cavernosa) membengkak, yang pada gilirannya memberikan akses masuk oksigen
ke jaringan. Oksigenasi ini memertahankan kelangsungan hidup jaringan dan
membantu mencegah fibrosis meluas, yaitu suatu kondisi yang dapat menyebabkan
disfungsi ereksi.
Ada dua jenis ereksi, yaitu
psikogenik dan refleks. Ereksi psikogenik dimulai dengan merangsang pikiran
atau gambar yang memicu ereksi melalui sinyal saraf. Sedangkan ereksi refleks
prosesnya spontan. Saraf yang mengontrol ereksi refleks ini terletak di saraf
sakral dari sumsum tulang belakang yang dapat dirangsang oleh kandung kemih
yang penuh. Karena biasanya sulit buang air kecil saat Mr P mengeras, NPT dapat
mencegah seseorang dari enuresis nocturnal atau mengompol.
No comments:
Post a Comment