A bercerita, "Eikeh kemarin
lihat kucing bisa terbang".
B menjawab, "Ngga mungkin, itu
ngga logis."
A bertanya, "Kenapa you mengatakan itu ngga
logis?
B: menjawab, "karena selama ini Ana tidak pernah
lihat ada kucing bisa terbang. Selain itu kucing tidak punya sayap jadi tidak
mungkin bisa terbang. Antum lagi mabuk kali ya...."
Bahasan argumen pertama (Arg1):
Jika B selama ini tidak pernah
melihat sesuatu fenomena aneh, apakah fakta itu bisa dijadikan generalisasi
bahwa SEMUA orang juga tidak pernah melihat fenomena yang sama? Jika ya, maka
ini masuk dalam fallacy yang bernama Falsus in Uno, Falsus in Omnibus - False
in one, False in All.
Bahasan argumen kedua (Arg2):
Jika B selama ini melihat sesuatu
yang bisa terbang itu selalu menggunakan sayap, apakah ada sesuatu yang tidak
bersayap tetapi bisa terbang? Bagaimana dengan balon gas atau boomerang? Di
sini B menggunakan generalisasi bahwa yang bisa terbang hanya yang punya sayap
karena pengetahuan dia baru sampai pada hal itu. Ini masuk dalam fallacy yang
sama.
Dari dua penjelasan itu kita bisa
melihat bahwa apa yang diucapkan oleh B itu berasal dari persepsinya. Persepsi
itu adalah cara pengambilan kesimpulan dengan menggunakan perbandingan terhadap
data apa yang ada di memorinya. Semakin banyak data yang ada di memori B, maka
akan semakin tajam hasil kesimpulannya dan tidak mudah terjebak ke dalam
berbagai fallacy. Makanya satu-satunya cara untuk menyadarkan orang yang sering
membuat fallacy adalah berikan data secukupnya, khususnya untuk kasus yang
sama, agar ybs bisa memiliki data lebih banyak untuk dikomparasi.
Untuk menentukan apakah sesuatu itu
logis atau tidak, yang kita perlu pertanyakan adalah apakah CARA berlogika kita
sudah benar. Jika CARAnya sudah benar, diharapkan hasilnya juga benar. Apa yang
menurut seseorang logis belum tentu logis bagi orang lain karena ada perbedaan
data di dalam memorinya.
Jadi harap berhati-hatilah dalam
membuat klaim logis atau tidak logis, karena secara tidak langsung itu juga
menunjukkan seberapa banyak data di memori anda.
No comments:
Post a Comment